Cirebon - Meski sudah kembli mengalir, warga Desa Pegagan Lor, Kecamatan
Kapetakan, Kabupaten Cirebon belum berani menggunakan pasokan air dari
perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk keperluan minum dan memasak.
Mereka baru berani menggunakan air PDAM untuk mencuci dan mandi,
karena air tersebut masih sedikit keruh dan terkadang mengandung lumut.
Salah seorang warga Desa Pegagan Lor Dasweni (40) mengatakan, pasokan
air PDAM Kabupaten Cirebon di wilayahnya sempat terhenti selama sekitar
dua bulan sejak Juli lalu. “Alhamdulillah sekarang sudah mengalir lagi
sejak minggu kedua September,” katanya saat ditemui Rabu (26/9).
Kendati demikian, Dasweni menyayangkan kualitas air PDAM tersebut
masih belum seperti biasanya. Hingga saat ini tidak jarang air yang ia
kucurkan dari kran membawa potongan kecil lumut berwarna hitam. Bahkan
pada awal mengalir kembali, air PDAM yang mengalir terlihat keruh.
Kondisi tersebut membuat Dasweni belum berani menggunakannya untuk
memasak dan minum. Namun ia mengaku cukup lega, karena untuk keperluan
mencuci dan mandi, ia tidak perlu lagi membeli air seharga Rp1000 per
jeriken. Sebelumnya, ia memang terpaksa mengeluarkan uang sampai Rp
20.000 setiap hari untuk membeli 2o jerigen air untuk semua keperluan
keluarganya.
Sementara itu warga Desa Pegagan Lor lainnya Esi (18) mengatakan,
pasokan air PDAM Kabupaten Cirebon sudah mulai lancar setelah sempat
tersendat tiga bulan terakhir. “Namun aliran airnya tidak setiap saat.
Hanya jam-jam tertentu saja,” katanya.
Sempat tersendatnya pasokan air di Kecamatan Kapetakan dan Kecamatan
Suranenggala, diakui oleh Direktur PDAM Kabupaten Cirebon H.M. Nasija
Wanardi melalui Kepala Bagian Humas dan Pelanggan, Pepen. “Sejak Juli,
aliran air PDAM ke dua kecamatan itu memang terhenti sekitar dua
setengah bulan,” ujarnya.
Pasokan tersebut, kata Penen, terhenti karena sumber air di Sungai
Kumpul Kuista, Kecamatan Gegesik tidak mencukupi. Pasalnya, aliran air
dari hulu di Bendungan Rentang Jatitujuh, Kabupaten Kuningan digunakan
untuk mengaliri sawah-sawah yang kekeringan.
Kendati demikian, sejak 7 September lalu, sumber air sudah kembali
memadai, sehingga pasokan PDAM ke rumah pelanggan kembali normal.
“Selama tidak mengalir, pelanggan tidak dikenakan tagihan apapun dan
kami memberikan bantuan air gratis yang disalurkan dengan
tangki-tangki,” katanya.
Selain untuk pelanggan, bantuan air bersih dari PDAM Kabupaten
Cirebon saat ini juga terus dipasok untuk warga non pelanggan. Bantuan
tersebut hingga saat ini terus diberikan di wilayah yang mengalami
kekeringan seperti Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Kaliwedi, Sedong,
Astanajapura, Mundu dan sebagian Palimanan.
Bantuan tersebut bisa disalurkan, karena PDAM mendapat anggaran
bantuan untuk kekeringan dari pemkab Cirebon sebesar Rp 300 juta.
“Sampai saat ini anggaran tersebut baru terserap sekitar Rp 99 juta,”
ucap Pepen.
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/204944
Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/204944



0 comments :