Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

Random Posts

Auto Backlink Gratis Indonesia : 21 backlinkAuto Backlink Gratis : Utelaut

Events

Alfindo Cell Net - Indramayu

Recent comments

Random Posts

Popular Posts

Most Popular

Wednesday, September 26, 2012

Warga Kab. Cirebon Masih Belum Berani Gunakan Air PDAM

Kuli Wifi     5:37 AM    

Cirebon - Meski sudah kembli mengalir, warga Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon belum berani menggunakan pasokan air dari perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk keperluan minum dan memasak. 
Mereka baru berani menggunakan air PDAM untuk mencuci dan mandi, karena air tersebut masih sedikit keruh dan terkadang mengandung lumut.

Salah seorang warga Desa Pegagan Lor Dasweni (40) mengatakan, pasokan air PDAM Kabupaten Cirebon di wilayahnya sempat terhenti selama sekitar dua bulan sejak Juli lalu. “Alhamdulillah sekarang sudah mengalir lagi sejak minggu kedua September,” katanya saat ditemui Rabu (26/9).

Kendati demikian, Dasweni menyayangkan kualitas air PDAM tersebut masih belum seperti biasanya. Hingga saat ini tidak jarang air yang ia kucurkan dari kran membawa potongan kecil lumut berwarna hitam. Bahkan pada awal mengalir kembali, air PDAM yang mengalir terlihat keruh.

Kondisi tersebut membuat Dasweni belum berani menggunakannya untuk memasak dan minum. Namun ia mengaku cukup lega, karena untuk keperluan mencuci dan mandi, ia tidak perlu lagi membeli air seharga Rp1000 per jeriken. Sebelumnya, ia memang terpaksa mengeluarkan uang sampai Rp 20.000 setiap hari untuk membeli 2o jerigen air untuk semua keperluan keluarganya.

Sementara itu warga Desa Pegagan Lor lainnya Esi (18) mengatakan, pasokan air PDAM Kabupaten Cirebon sudah mulai lancar setelah sempat tersendat tiga bulan terakhir. “Namun aliran airnya tidak setiap saat. Hanya jam-jam tertentu saja,” katanya.

Sempat tersendatnya pasokan air di Kecamatan Kapetakan dan Kecamatan Suranenggala, diakui oleh Direktur PDAM Kabupaten Cirebon H.M. Nasija Wanardi melalui Kepala Bagian Humas dan Pelanggan, Pepen. “Sejak Juli, aliran air PDAM ke dua kecamatan itu memang terhenti sekitar dua setengah bulan,” ujarnya.

Pasokan tersebut, kata Penen, terhenti karena sumber air di Sungai Kumpul Kuista, Kecamatan Gegesik tidak mencukupi. Pasalnya, aliran air dari hulu di Bendungan Rentang Jatitujuh, Kabupaten Kuningan digunakan untuk mengaliri sawah-sawah yang kekeringan.

Kendati demikian, sejak 7 September lalu, sumber air sudah kembali memadai, sehingga pasokan PDAM ke rumah pelanggan kembali normal. “Selama tidak mengalir, pelanggan tidak dikenakan tagihan apapun dan kami memberikan bantuan air gratis yang disalurkan dengan tangki-tangki,” katanya.

Selain untuk pelanggan, bantuan air bersih dari PDAM Kabupaten Cirebon saat ini juga terus dipasok untuk warga non pelanggan. Bantuan tersebut hingga saat ini terus diberikan di wilayah yang mengalami kekeringan seperti Kecamatan Kapetakan, Suranenggala, Kaliwedi, Sedong, Astanajapura, Mundu dan sebagian Palimanan.

Bantuan tersebut bisa disalurkan, karena PDAM mendapat anggaran bantuan untuk kekeringan dari pemkab Cirebon sebesar Rp 300 juta. “Sampai saat ini anggaran tersebut baru terserap sekitar Rp 99 juta,” ucap Pepen.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/204944

0 comments :