Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat telah membuka posko penanggulangan banjir di Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi.
Posko ini dijadikan tempat penyimpanan logistik dan dikoordinir oleh Dinas Sosial Kota Bekasi,serta dibuka 24 jam nonstop.
"Saat ini kami sudah tersedia 4 perahu karet lengkap dengan mesin pendorong dan beberapa peralatan pendukung lainnya. Ini merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan milik Pemerintah Kota Bekasi," ujar Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Darma Suwandi, Rabu (15/1).
Selain itu, masih tersedia puluhan kardus minuman dalam botol kemasan serta makanan instan dan pakaian anak-anak, yang akan distribusikan bagi warga membutuhkan.
"Kami masih bersiaga apalagi terjadi banjir susulan. Kami juga masih berkoordinasi dengan dinas lainnya untuk memobilisasi pengumpulan logistik ke posko ini. Posko ini dibuka 24 jam nonstop," ujar Agus Darma.
Saat ini, pihaknya telah melakukan koordinasi kepada semua dinas terkait termasuk kepolisian dalam menanggulangi banjir di Kota Bekasi.
"Kami sudah koordinasikan dengan kepolisian pihak terkait lainnya. Kesiapan logistik dirasa sudah mencukupi. Di lapangan pun, banyak pihak yang membantu secara spontan, melalui posko maupun langsung ke warga yang terkena banjir. Seperti di Perumahan Nasio Indah," imbuhnya.
Agus Darma menjelaskan, koordinasi dikendalikan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi karena saat ini, pemerintah daerah belum memiliki Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD).
"Saat ini, personal dari Dinsos Kota Bekasi terdiri dari Tim Rescue sebanyak 40 orang, dibantu dari Kesbangpolinmas sebanyak 35 orang dan Tagana Kota Bekasi sekitar 20 orang," ujar Agus.
Berdasarkan data hingga pertanggal 15 Januari 2014, pagi, tercatat 8 dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi terendam banjir pada Minggu (12/1) lalu.
Kedelapan kecamatan tersebut yakni Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Rawalumbu, Medansatria, Bekasi Barat, Pondokgede dengan total sebanyak 20 kelurahan.
Sedangkan warga yang terendam banjir dengan total 2.765 kepala keluarga (KK) atau sekitar 6.512 jiwa. Dari jumlah tersebut, warga yang mengungsi ada sekitar 1.710 KK atau 4260 jiwa.
"Masyarakat yang mengungsi sudah kembali lagi ke rumah, seperti di pengungsian Lotte Mart Pekayon dan Teluk Pucung. Seiring surutnya Kali Bekasi, mereka kembali ke rumah masing-masing namun kami tetap bersiaga jika ada banjir susulan," imbuh Agus.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, mengatakan rencana pembentukan BPBD Kota Bekasi, saat ini sudah mendesak.
"Memang keberadaan BPBD sudah sangat mendesak. Kami telah minta kepada DPRD Kota Bekasi dan masuk dalam Prolegda (Program Legislasi Daerah) tahun ini. Harapannya, bisa disetujui secepatnya pembentukan BPBD. Dengan adanya BPBD akan memudahkan koordinasi dengan badan lainnya, agar koordinasi dalam penanggulanganan bencana berada pada satu pintu," imbuh Ahmad Syaikhu. [MKL/L-8/SP]



0 comments :