Kuningan - Setelah sukses melepasliarkan seekor elang jawa (nisaetus bartelsi)
ke dalam kawasan hutan Gunung Ciremai pada bulan November 2013, kelompok
masyarakat Raptor Indonesia (RAIN), merencanakan pekan ini akan
melepasliarkan seekor elang ular bido (spilornis cheela) jantan hasil
rehabilitasi ke kawasan hutan yang sama.
Sementara itu, elang jawa jantan dijuluki si Lambo yang
dilepasliarkan sebelumnya itu, hingga saat ini keberadaannya masih
terdeteksi RAIN dalam kondisi sudah benar-benar liar hidup alami di
kawasan hutan gunung tersebut.
Ketua RAIN Zaini Rakhman, menyebutkan, seekor elang ular bido yang
akan segera dilepasliarkan pihaknya, selama sebulan terakhir telah
menjalani proses rehabilitasi di lokasi bekas merehabilitasi dan
pelepasliaran si Lambo.
Lokasi dimaksud, berada di lereng utara kaki Gunung Ciremai, tepatnya
di Blok Lambosir, sekitar Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus,
Kabupaten Kuningan.
"Elang ular bido yang akan kami lepasliarkan menyusul si Lambo,
sebelumnya juga bernasib sama dengan si Lambo, sebagai burung peliharaan
masyarakat," tutur Zaini Rakhman, kepada PRLM, Minggu (12/1/2014)
seraya menambahkan pelepasliaran elang ular bido hasil rehabiltasi
pihaknya itu direncanakan akan dilaksanakan Rabu (15/1/2014) di Blok
Lambosir.
Ditanya mengenai keberadaan elang jawa bernama si Lambo, Zaini
menyatakan, elang tersebut kini tak pernah lagi kembali mendekati
kandang bekas rehabilitasinya di Lambosir. Namun, keberadannya tetap
masih bisa terdeteksi pihaknya melalui radio penerima sinyal dari
perangkat radio mini pemancar yang dipasangkan pihaknya pada salah satu
sayap elang tersebut.
"Berdasarkan hasil pengamatan dari pancaran sinyalnya, akhir-akhir
ini si Lambo terdeteksi sudah mulai sering menjelajah, mencari, dan
menangkap mangsa di kawasan hutan Gunung Ciremai," katanya.
Dia menambahkan, untuk membantu penyelamatan elang dari ancaman
kepunahan serta pengayaan kembali spesies elang di kawasan Gunung
Ciremai dan di wilayah Kabupaten Kuningan, pihaknya berencana membangun
pusat rehabilitasi elang di Blok Lambosir.
Untuk rencana terebut, Zaini menyebutkan, pihaknya akan menjalin
kerjasama dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai serta para pihak
lainnya, termasuk dengan kalangan masyarakat yang memiliki kepedulian
terhadap upaya-upaya pelestarian kembali aneka jenis kekayaan alam di
Indonesia.
Disinggung kembali mengenai elang ular bido, Zaini menyebutkan,
populasi jenis elang tersebut di kawasan Gunung Ciremai, saat ini masih
cukup stabil. Namun kalau dilihat secara luas dalam wilayah Kabupaten
Kuningan, keberadan elang yang lebih gemar memangsa ular itu, saat ini
sudah mulai langka. (PRLM)



0 comments :