Powered by Blogger.

Find Us On Facebook

AKHSAN Rent Car - Jatibarang,Indramayu, kota indramayu, berita indramayu, indramayu news, kabar indramayu, peta indramayu, polisi indramayu, wong indramayu, Radio indramayu, bupati indramayu, jalan indramayu, pantura indramayu, video indramayu, indramayu online, video smu indramayu, video panas indramayu, Kota indramayu, Notaris indramayu, panen indramayu, puasa indramayu, ramadhan indramayu, lebaran indramayu, sahur indramayu, jalur mudik indramayu, peta mudik 2012 indramayu, download peta indramayu, berokan indramayu, pulau biawak indramayu, topeng indramayu, mangga indramayu, warnet indramayu, indramayu remaja, dprd indramayu, yance indramayu, waterboom indramayu, pantai indramayu, ngabuburit indramayu, PSB indramayu, streaming radio indaramayu, fm indramayu,koran indramayu, wartawan indramayu, kebakaran indramayu, toko komputer indramayu, hotel indramayu, kolam renang indramayu, perumahan indramayu, mall indramayu, yogya indramayu, mm toserba indramayu, batik paoman indramayu, bunderan mangga indramayu, patung sentot indramayu, alat berat indramayu, pertamina indramayu, singaldra indramayu, gedung kesenian indramayu, indramayu heritage, situs indramayu , bahasa indramayu, sma indramayu, tarling indramayu, organ indramayu, miras indramayu

Random Posts

Auto Backlink Gratis Indonesia : 21 backlinkAuto Backlink Gratis : Utelaut

Events

Alfindo Cell Net - Indramayu

Recent comments

Random Posts

Popular Posts

Most Popular

Showing posts with label Cirebon. Show all posts
Showing posts with label Cirebon. Show all posts

Thursday, January 16, 2014

Danrem 063 SGJ Terima Kunjungan Pengurus PWI Cirebon

Kuli Wifi     1:27 AM    
Cirebon - Komandan Korem 063/SGJ Kolonel Arm Benny Effendy, SIP didampingi Kasrem Letkol Arh Eddy Widyanto dan Kapenrem Mayor Inf Zarkoni Rahmadi menerima kunjungan Ketua PWI Perwakilan Cirebon beserta pengurus, Senin (13/1).

Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi disebutkan bahwa Danrem menyebut insan Pers atau para jurnalis adalah bagian dari public opinion leader. Karenanya diharapkan dalam melaksanakan fungsi kontrol sosialnya, dalam pemberitaan agar selalu mengedepankan prinsip pemberitaan berimbang, transparan dan valid.

Danrem berpesan agar PWI sebagai wadah berkumpulnya wartawan bisa membantu dan menjembatani semua kegiatan antara insan media dengan instansi militer yang ada di wilayah Cirebon.

Sementara Ketua PWI Mohammad Noli Alamsyah menyampaikan bahwa kunjungan ini dalam rangka meningkatkan silaturrahmi PWI dengan Korem 063/SGJ sekaligus memberikan ucapan selamat HUT ke 63 Penerangan Angkatan Darat yang jatuh pada tanggal 13 Januari melalui Danrem. 

Pengurus PWI perwakilan Cirebon masa bhakti 2012-2015 yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua PWI Mohammad Noli Alamsyah, Wakil Sekretaris Waska Eko, Bendahara Ani Nunung Aryani, Ketua Seksi Organisasi Syaiful Badar dan pejabat jajaran PWI Perwakilan Cirebon lainnya Faizal, Anto, Toto dan Iwan Junaedi. (red)

Blogger Cirebon Ajak Warga Untuk Aktif Menulis

Kuli Wifi     1:24 AM    
Cirebon - Permasalahaan pendidikan di Indonesia sangatlah beragam, mulai dari gedung-gedung sekolah, biaya pendidikan mahal yang mendorong banyak anak yang putus sekolah.

Itulah salah satu alasan kenapa blogger Cirebon terbentuk. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan pelatihan menulis. Komunitas websitenya beralat di rebon.org ini berupaya mengajak masyarakat Cirebon untuk aktif terus menulis melalui media online maupun offlinenya.

Blogger Cirebon juga berharap mendapatkan dukungan dari warga Cirebon agar permasalahan tentang pendidikan bisa di atasi bersama.

Hal ini mengemuka saat diadakannya kopdar bersama yang dilakukan beberapa waktu lalu. 

Menurut Agus Nuril, salah satu membernya, kopdar ini merupakan langkah dan semangat baru blogger-blogger yang ada di wilayahnya. Laki-laki ini berharap komunitasnya bisa bermanfaat bagi masyarakat karena salah satu tujuannya adalah untuk memajukan Cirebon dari kacamata para blogger. 

Hal ini dipertegas oleh Abeng, "Mudah-mudahan dengan dibentuknya komunitas ini, dapat membuat Cirebon jadi lebih berbudaya, dan lebih kreatif lagi. Mengingat, potensi para pemuda untuk berkumpul akan bisa mengembangkan ide-ide yang bagus bagi perkembangan kota dan kabupaten Cirebon untuk ke depannya lagi."

Nama Rebon ini sendiri bermula dari salah satu rekan pengurus komunitas yang bernama Sindhu. "Menurut bahasa Cirebon, Rebon berarti udang yang merupakan komoditas utama atau ciri khas dari Cirebon itu sendiri. Selain itu nama ini juga mudah diingat."

Rebon yang dibentuk sejak 25 Mei 2013 ini telah melakukan berbagai kegiatan salah satunya adalah bakti sosial, sosialisasi ke sekolah tentang internet sehat dan tentu saja tentang dunia blog, dan lain-lainnya.(kw)

Thursday, September 27, 2012

Di Cirebon, Ada Rumah Makan Diduga Tempat Mesum

Kuli Wifi     9:50 AM    
Cirebon - Forum Silaturahmi Kota Wali (Foskawal) Cirebon meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk menyelediki sebuah rumah makan di Jalan Dr. Wahidin Kota Cirebon (CE) yang diduga menjadi tempat mesum, karena memiliki fasilitas beberapa kamar karaoke dengan kondisi tertutup.

Pengurus Forum Silaturahmi Kota Wali (Foskawal), Dodi Alfianto mengatakan kecurigaan bermula karena lokasi tersebut dari luar seperti rumah makan pada umumnya, namun di dalam restoran memiliki fasilitas karaoke.

“Kami berharap Pemerintah Kota Cirebon atau kepolisian memeriksa aktivitas rumah makan tersebut [CE], karena cukup meresahkan apalagi pramuniaga [perempuan] restoran selalu mengenakan pakaian seksi,”katanya kepada para wartawan, Kamis (27/9).

Dodi menuturkan beberapa kali pihaknya mencoba mendatangi restoran CE, untuk menyampaikan keresahan masyarakat akibat aktivitas yang sedikit ganjil di restoran, khususnya keberadaan fasilitas karaoke tertutup.

“Namun kami selalu dihalang-halangi oleh seorang oknum aparat yang diduga melindungi restoran tersebut,” tuturnya.

Ketika dikonfirmasi terkait keresahan atas aktivitas di rumah makan CE, Kasatpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan menuturkan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu izin pendirian dan pengoperasian rumah makan CE tersebut.

“Kalau ternyata menyalahi peruntukkan izinnya [restoran], maka akan kami tindak tegas, karena memiliki sarana karaoke” ujarnya. (k3)

Wednesday, September 26, 2012

Pedagang Pasalaran Weru Meminta Pemkab Cirebon tak Memaksakan Rencana Relokasi

Kuli Wifi     5:49 AM    
Cirebon - Pedagang Pasalaran Weru meminta kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon agar tidak memaksakan rencana relokasi supaya tidak terjadi bentrokan antara pedagang dengan aparat. 

Mereka juga berharap Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan sosialisasi terlebih dahulu di hadapan semua pedagang, karena alasan penolakan selama ini adalah kurangnya sosialisasi yang menyentuh langsung orang per orang.

Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Pasalaran Weru (IP3W) Us Us Ruhiyat mengatakan, selama ini sosialisasi dilakukan Disperindag di luar pasar. 

“Yang diundang dalam pertemuan pun hanya sebatas kami sebagai pengurus IP3W dan beberapa perwakilan pedagang,” ujarnya saat dihubungi Rabu (26/9).

Us us mengakui, IP3W memang bisa dibilang sebagai wadah perkumpulan pedagang. Namun, IP3W tidak memegang kendali kebijakan apapun. IP3W hanya bisa menyampaikan informasi, sedangkan semua keputusan tetap ada di tangan masing-masing pedagang.

Menurut Us us, IP3W selama ini tidak pernah bersikap provokatif. Pengurus tidak ada yang bisa menghalangi pedagang yang bersedia direlokasi atau memaksa pedagang yang ingin bertahan untuk pindah.

Us us berharap, Pemkab Cirebon tidak melakukan relokasi paksa. Pasalnya, pendirian pedagang belum bisa berubah sebelum ada sosialisasi yang langsung menyentuh mereka. “Tanpa itu, penolakan akan terus terjadi dan mereka akan bertahan apapun resikonya,” ujarnya.

Kondisi tersebut memang tergambar saat upaya eksekusi yang dilakukan aparat Satpol PP Kabupaten Cirebon 3 September 2012 lalu. Meski sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pengurus IP3W dan Disperindag di Kantor Kecamatan Weru, pedangang tetap menolak relokasi dan sempat bersitegang dengan aparat.

Jika Pemkab tetap memaksakan renovasi harus dilakukan, Us us menawarkan solusi dengan meminta Kepala Disperindag untuk melakukan sosialisasi ulang di dalam pasar di hadapan semua pedagang. Namun, Disperindag diharapkan tidak membawa serta aparat Satpol PP dalam sosialisasi tersebut, karena bisa memancing anggapan pedagang bahwa akan ada relokasi paksa.

Us us sendiri berani menjamin bahwa tidak akan ada tindak kekerasan atau keributan apapun saat sosialisasi. Menurut dia, pedagang bukanlah preman yang menyukai tindak kekerasan. Mereka hanya akan melawan jika ditekan. “Untuk itu sosialisasi harus dilakukan di dalam pasar guna menghindari penyusup atau provokator dari luar,” katanya.

Sementara itu Kepala Disperindag Kabupaten Cirebon Haki mengatakan, pihaknya masih membahas masalah relokasi dan renovasi pedagang Pasalaran bersama beberapa instansi terkait lain. “Rencana selanjutnya baru akan diketahui setelah pembahasan,” kata Haki. 
 
Sumber :  http://www.pikiran-rakyat.com/node/204952

Kemarau Panjang, Sejumlah Desa di Cirebon Krisis Air Bersih

Kuli Wifi     5:45 AM    
Cirebon - Kemarau panjang mengakibatkan kekeringan di berbagai pelosok desa di wilayah Kabupaten Cirebon. Salah satunya, di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan. Mereka berebut air bersih dari mobil tangki PDAM yang mengirim air ke desa tersebut, Selasa (25/9/2012).
Setiap musim kemarau, sebagian besar desa di Kecamatan Kapetakan mengalami krisis air, termasuk warga di Desa Bungko, Bungko Lor dan Bungko Kidul. Untuk memenuhi kebutuhan memasak, mencuci, mandi dan cuci mereka harus membeli air bersih.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami di sini harus membelinya dengan harga yang mahal,” kata Rahayu, warga desa Bungko Lor.

Menurutnya, harga setiap jerigen berkapasitas 20 liter mencapai Rp 30.000. Sementara, kalau untuk mencukupi kebutuhan satu keluarga dengan empat orang anak setidaknya memerlukan 20 jerigen air setiap hari. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan air harus mengeluarkan biaya tambahan Rp 600.000 setiap hari, jika kebutuhan itu ingin terpebuhi secara normal.

“Kalau tidak mandi, atau untuk minum atau keperluan lain dikurangi ya tidak sampai sebanyak itu,” katanya.
Diakui Rahayu, untuk kebutuhan mandi dan cuci terpaksa menggunakan air seadanya, seperti memanfaatkan air sungai yang ada di depan rumah.

Demikian pula yang dialami masyarakat Desa Bungko, kekurangan pasokan air bersih dari PDAM Kabupaten Cirebon. Warga di daerah Bungko ketika mengetahui ada kiriman air selalu berebut. “Gara-gara rebutan air bersih, warga nyaris bentrok,” kata H Muhammad Carkim, Kuwu Desa Bungko.

Carkim mengakui, mahalnya harga air bersih saat ini. Bahkan, kalau sedang sangat kekurangan seperti sekarang bisa mencapai Rp 40.000 setiap jerigen dan kalau air tidak rebutan harga air hanya Rp 30.000.

Dia mengatakan, Desa Bungko dengan 5000 jiwa, setiap musim kemarau selalu kesulitan air bersih. Air bersih seringkali diperebutkan oleh warga desa tetangga. Padahal, kiriman air untuk warga Desa Bungko, tetapi karena sama-sama memerlukan air bersih, maka warga desa tetangga juga ikut rebutan air gratis tersebut. Setiap datang pasokan air PDAM selalu menjadi rebutan warga.

Sementara, Direktur PDAM Kabupaten Cirebon, HM Nasija Wanardi, seperti disampaikan Humas PDAM, Sri Rezeqi mengatakan, selama musim kemarau datang membantu masyarakat yang kesulitan air bersih.

“Setiap hari armada tangki air tak henti-hentinya hilir mudik membantu masyarakat Kabupaten Cirebon yang kesulitan air di 12 kecamatan. Di antaranya 7 desa di Kecamatan Kapetakan,” jelasnya.

Dia mengakui, selama masyarakat kekurangan air pihak PDAM sedikitnya mendroping air 41 rit tangki per hari yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Cirebon. Aksi sosial droping air secara gratis dimulai sejak masyarakat membutuhkan air bersih di musim kemarau dan akan berhenti setelah datangnya musim hujan

Sumber : http://www.lensaindonesia.com/2012/09/25/kemarau-panjang-sejumlah-desa-di-cirebon-krisis-air-bersih.html

Produksi Udang Cirebon Tembus Pasar Ekspor

Kuli Wifi     5:40 AM    
Cirebon - Meskipun memiliki potensi tambak cukup luas dengan aneka macam budidaya tambak (perikanan) di Kabupaten Cirebon, hanya produksi udang yang telah menembus pasar ekspor, sedangkan lainnya (ikan bandeng dan nila) hanya sebatas memenuhi kebutuhan lokal.

Adang Kuraida, Kabid Usaha dan Kelautan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon, mengatakan potensi budidaya di tambak yang ada di Kabupaten Cirebon mencapai 7.000 hektare, namun kebanyakan digunakan untuk budidaya udang pada saaat musim penghujan.

“Adapaun hasil produksinya [budidaya tambak], untuk sementara baru udang yang sudah ekspor,” katanya ketika dihubungi bisnis-jabar.com, Selasa (25/9).

Adang mengkhawatirkan untuk budidaya udang di tambak yang ada di sepanjang jalur Pantura (Kabupaten Cirebon) mulai berkurang akibat besarnya resiko kerugian yang disebabkan pencemaran air laut.

“Bahkan petambak yang bermodal menengah ke bawah, kebanyakan beralih kepada budidaya garam karena diangggap lebih minim resiko kerugiannya,” tuturnya.

Adang menuturkan kalau tambak udang yang ada mulai beralih menjadi tambak garam atau jenis ikan lainnya yang dianggap lebih tahan penyakit, produksi udang di Kabupaten Cirebon dipastikan akan menurun walaupun jumlahnya tidak signifikan.

“Namun, lambat-laun tentu penurunan produksi akan berpengaruh pada kinerja ekspor udang Kabupaten Cirebon,” ujarnya. 
 
Sumber : http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/produksi-udang-cirebon-tembus-pasar-ekspor