Majalengka - Musim kemarau berkepanjangan produksi jambu biji merah berkurang
sejumlah petani di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mengaku kesulitan
memenuhi pesanan dari Bandung dan Jakarta.
Seorang petani Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka Ojo, Rabu,
mengatakan, prudoksi jambu biji merah musim kemarau berkurang
dibandingkan penghujan, sehingga ia mengaku kesulitan memenuhi
permintaan dari sejumlah bandar buah Bandung dan Jakarta.
“Kini dari satu hektare lahan kebun jambu biji, sekali panen
menghasilkan 1,5 ton, padahal musim penghujan mampu mencapai 3 ton, tapi
kualitas jambu kemarau manis dan baik,”kata Ojo.
Menurut Ojo, pesanan jambu biji merah terus meningkat setelah
diminati oleh konsumen, selain dipercaya dapat menyembuhkan penyakit
demam berdarah, rasa manis dan segar cocok disajikan untuk daerah
Pantura.
Permintaan jambu biji merah naik, kesempatan bagi sejumlah petani
untuk terus mengembangkan tanaman tersebut, karena sangat menguntungkan.
Dadang petani jambu biji lain mengaku, lahan pertanian jambu biji
merah di Kabupaten Majalengka semakin bertambah, karena usaha tani
mengembangkan jambu tersebut diminati petani setempat.
Bertambahnya lahan kebun jambu biji merah, kata dia, petani tetap
kesulitan memenuhi permintaan sejumlah bandar buah-buahan di Bandung dan
Jakarta.
Ia berharap musim penghujan produksi bisa meningkat, sehingga pesanan
dari Bandung dan Jakarta terpenuhi tidak seperti musim kemarau hasil
panen menurun.
Sementara itu Yuni pedagang buah di pasar Kanoman Cirebon menuturkan,
permintaan jambu biji merah semakin meningkat karena buah tersebut
diminati untuk dijus dan dikonsumsi langsung.Tapi musim kemarau kiriman
berkurang.
Sumber : http://bisnis-jabar.com/index.php/berita/petani-jambu-merah-majalengka-sulit-penuhi-order



0 comments :